![]() | |
| Foto Saut, dari HP Vri |
“Mungkin kita tidak bertemu lagi”
Samosir, Cakra
Di halaman sekolah semua siswa membicarakan tentang kesembilan orang teman mereka, yang menjadi korban musibah kebakaran yang saat itu masih diautopsi di Rumah Sakit (10/10). Pagi sekitar pukul 11.00, para siswa-siswi saling bercerita tentang hari-hari terakhir mereka bersama korban, sebelum musibah itu terjadi. Hari terakhit saat di sekolah, saat pramuka, saat berkemah serta saat kebersamaan lainnya.
Vriyanty, adalah teman sekelas Saut yang berhasil diwawancarai oleh waratawan Cakra “Aku duduk di belakang, dia di baris ke empat. Kelas II SOS 2. Sudah dua hari ia sering termenung, ucapannya ‘mungkin kita akan berpisah’, kuanggap bercanda”, kata Vri. Tapi, hari itu Sabtu 8/10, jam pelajaran sudah usai, sekolah sudah sepi. Saut dan Vriyanty masih di halaman sekolah, duduk bercerita.
Saut adalah teman paling baik buat Vri. Biasanya mereka menyisakan waktu di halaman sekolah sebelum pulang ke rumah. Saut selalu bisa menghibur katika Vri lagi kesal.
Entah kenapa Saut meminta supaya semua foto-fotonya yang ada di HP Vri supaya dihapus. Semula Vri menolak menghapus foto-foto Saut di HPnya, apalagi foto-foto bersama mereka. Tapi Saut menghapusnya sendiri foto-foto itu, sambil mengatakan “kita tidak bertemu lagi, hapuslah semua foto-foto ini, jangan ingat-ingat lagi”.
Berkali-kali ia katakan, “mungkin kita tidak ketemu lagi”.Vri, berkali-kali juga bertanya “kenapa”. Tapi Saut menjawab “entah lah, aku tidak tahu”.
Tapi foto yang satu ini jangan kau hapus, kata Saut. Setelah ia membluetoothkan satu fotonya ke HP Vri. Vri memperhatikan foto itu, foto sedang termenung, memakai baju olah raga berwarna merah. Vri hanya bingung, dalam hati ia bertanya ada apa dengan teman paling baiknya itu. Sampai mereka meniggalkan lapangan sekolah Vri tak sedikitpun menyangka kalau hari itu adalah hari terakhirnya bersama Saut.
“Ternyata benar, kami berpisah selamanya”, kata Vri, dengan mata berkaca-kaca. “Bagiku di teman paling baik sedunia” kata Vri menutup perbincangan dengan wartawan Cakra 10/10 lalu di SMA Negeri 1 Pangururan.
Saut Sinaga dan Adiknya Paskah Sinaga yang masih duduk di kelas I SMA, adalah anak paling bungsu dari 7 bersaudara. Saut dan Paskah, menjadi koraban musibah kebakaran rumah yang menyebabkan 9 sisiwa SMA 1 Pangururan tewas terbakar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar